Bobby Pamerkan Jejak Pembangunan Medan di Rakernas APEKSI XVIII: Revitalisasi Stadion Teladan hingga BRT Listrik

Metro7 Dilihat

MEDAN — Suasana dingin di Ballroom Grand City Hall, Kota Medan, mencair seketika ketika Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution berdiri di hadapan puluhan wali kota se-Indonesia, Rabu (1/7/2026) malam.

Di forum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang mengusung tema “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat” itu, mantan Wali Kota Medan periode 2021–2025 tersebut dengan gaya khasnya yang santai namun penuh percaya diri memamerkan ragam pembangunan yang telah ia tinggalkan.

Di hadapan Wali Kota Medan saat ini, Rico Waas, yang juga menjabat Ketua Komwil I APEKSI, Bobby mengawali sambutannya dengan apresiasi tinggi.

“Beliau (Rico) sangat luar biasa, dulu saya pernah jadi ketua Komwil I, selama jadi ketua Komwil I hanya bisa melaksanakan Rakorwil, Medan jadi tuan rumah saat itu. Sekarang Pak Rico jadi ketua Komwil bisa mendatangkan APEKSI ke kota Medan. Ini luar biasa, kerja yang baik,” ujarnya.

Bobby bahkan mengakui kapasitas Rico dalam hal penyelenggaraan acara melebihi dirinya saat menjabat Ketua Komwil I APEKSI.

“Walaupun tadi yang disampaikan, yang ditayangkan video pembangunan-pembangunan, ya kalau buat acara Rakernas pak Rico menang lah,” candanya.

Namun, di balik pengakuan itu, Bobby dengan tegas menyampaikan bahwa deretan pembangunan megah yang ditampilkan dalam video profil Kota Medan adalah hasil kerja kerasnya semasa menjadi Wali Kota Medan.

BACA  Penutupan MTQ ke-40 Sumut: Bobby Nasution Tebar Hadiah Umrah, Tegaskan Alquran Bukan Sekadar Lomba!

“Cuma karena dulu saya Wali Kota-nya untuk yang dibangun tadi, yang dipamer-pamerkan kalau boleh sombong Alhamdulillah saya yang bangun itu,” ucap Bobby dengan nada santai yang diiringi tawa hadirin.

Baca Juga : Gala Dinner APEKSI XVIII: 98 Kepala Daerah Bersatu dalam Kebudayaan

Deretan proyek revitalisasi yang menjadi kebanggaan Bobby Nasution selama memimpin Kota Medan tidak main-main. Salah satunya adalah Revitalisasi Stadion Teladan markas kebanggaan PSMS Medan yang dibangun pada 1953.

Di tangan Bobby, stadion bersejarah ini diubah menjadi venue berstandar FIFA dengan anggaran fantastis mencapai Rp545 miliar, berasal dari kolaborasi APBN Rp280 miliar dan APBD Rp265 miliar.

Stadion yang ditargetkan menjadi salah satu lokasi perhelatan Piala AFF U-19 pada Juni 2026 ini diyakini akan membawa persepakbolaan Sumatera Utara naik level.

Tak kalah spektakuler, Revitalisasi Lapangan Merdeka kawasan titik nol Kota Medan yang sarat nilai sejarah. Proyek multiyears dengan nilai investasi mencapai Rp497 miliar ini diresmikan Bobby sehari sebelum dilantik sebagai Gubernur Sumut pada 19 Februari 2025.

Kini, Lapangan Merdeka hadir dengan wajah baru: ruang terbuka hijau, lintasan lari, panggung rakyat, serta dua lantai basemen yang dilengkapi galeri seni, gedung pertemuan, tenant, dan bioskop untuk film-film lokal.

“Lapangan Merdeka ini bisa kembali fungsinya seperti awalnya, yakni tempat berkumpul dan ruang terbuka hijau,” ujar Bobby.

BACA  Bobby Nasution Hadiri Go Skateboarding Day 2026 di Medan: Janji Perbanyak Skatepark dan Event di Sumut

Kawasan Kota Lama Kesawan juga tak luput dari sentuhan revitalisasi. Bekerja sama dengan Kementerian PUPR sejak September 2023, kawasan bersejarah ini bertransformasi menjadi ikon baru Medan sekaligus pusat perdagangan dan kebudayaan.

Dampaknya terasa nyata omzet pelaku usaha melonjak drastis. Ulil, pekerja Pojok Kesawan Kafe, mengaku pendapatannya naik dari Rp500 ribu per hari menjadi Rp2–3 juta per hari, terutama saat akhir pekan.

Kawasan ini pun menjelma menjadi destinasi wisata instagramable yang ramai dikunjungi wisatawan lokal hingga mancanegara.

Di sektor transportasi, Bobby menggagas pembangunan Halte Percontohan BRT Medan yang menghubungkan wilayah Medan-Binjai-Deli Serdang (Mebidang).

Proyek senilai Rp1,9 triliun dari World Bank dan AFD Prancis ini didukung 60 unit bus listrik untuk mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum yang ramah lingkungan.

“Mudah-mudahan 60 bus listrik itu bisa kami operasikan di Kota Medan sekaligus menggantikan BRT yang existing,” ungkap Bobby.

Di balik momen pamer prestasi itu, Bobby Nasution menegaskan bahwa Rakernas APEKSI bukan sekadar ajang seremonial.

“Kami apresiasi atas terselenggaranya kegiatan APEKSI ini, kegiatan yang mungkin mengingatkan kita juga bahwa kita juga pelayanan, orang duduk di sini tugasnya semua adalah melayani masyarakat,” tuturnya.

BACA  Mesir Lolos 32 Besar usai Imbang 1-1 Lawan Iran

Bobby berharap rekomendasi Rakernas APEKSI tidak hanya diserahkan ke pemerintah pusat, tetapi juga bisa menjadi masukan bagi pemerintah provinsi.

“Kami sangat menerima apabila hasil Rakernas, hasil Rakorwil APEKSI bisa ditujukan juga ke Pemerintah Provinsi… Kami dari Pemerintah Provinsi akan sangat-sangat menerima apabila ada rekomendasi-rekomendasi yang bisa kami kerjakan dan bisa kami buat kebijakannya secara langsung,” katanya.

Pernyataan ini sejalan dengan komitmennya mendorong penguatan peran provinsi dalam menindaklanjuti rekomendasi APEKSI.

“Pembangunan kota dapat diwujudkan melalui APEKSI. Saya melihat langsung bagaimana APEKSI dapat menjadi mesin penggerak sekaligus bahan bakar dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi oleh daerah masing-masing,” ucapnya.

Rakernas XVIII APEKSI yang berlangsung 28 Juni–4 Juli 2026 ini diramaikan berbagai agenda, mulai dari Youth City Changers, Forum Pangan, Forum Lingkungan Hidup, Forum Investasi, hingga Indonesia City Expo yang melibatkan 375 UMKM dengan perputaran ekonomi mencapai Rp17 miliar.

Di usianya yang ke-35 tahun, Bobby Nasution, telah membuktikan bahwa kepemimpinannya meninggalkan warisan nyata bagi Kota Medan. Dari Stadion Teladan berstandar FIFA, Lapangan Merdeka yang kembali berdenyut, Kesawan yang bergeliat ekonomi, hingga BRT listrik yang ramah lingkungan semua adalah bukti bahwa pembangunan bukan sekadar janji, tetapi aksi nyata yang dirasakan rakyat. (Rel)