SIMALUNGUN – Pemerintah Kabupaten Simalungun kembali menggelar Safari Ramadan 1447 Hijriah pada Jumat malam (27/2/2026). Di malam ketiga, Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih, turun langsung bersama tim mengunjungi Masjid Al-Kautsar, Nagori Bandar Tinggi, Kecamatan Bandar Masilam, Sumatera Utara.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Safari Ramadan yang menyasar sejumlah masjid di berbagai kecamatan.
Dalam kegiatan tersebut, masjid menerima bantuan satu unit speaker portabel dan dua gulung sajadah untuk mendukung kemakmuran rumah ibadah.
Kehadiran Bupati dan rombongan di Masjid Al-Kautsar disambut Camat Bandar Masilam Ida Royani Damanik, Anggota DPRD Girun, Kepala KUA, Ketua LPTQ Kecamatan Bandar Masilam, para pangulu, tokoh agama, pengurus BKM, serta tokoh masyarakat dan pemuda Islam.
Suasana keakraban terasa saat berbuka puasa bersama di kediaman Girun yang dirangkai dengan salat Magrib berjamaah, dilanjutkan salat Isya, tarawih, dan witir di Masjid Al-Kautsar.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian bapak Bupati. Ramadhan tahun ini terasa begitu istimewa dan membekas di hati warga kami dengan menyambut kedatangan bapak bupati langsung di kecamatan kami,” ujar Ida Royani Damanik.
Dalam arahannya, Anton Achmad Saragih membedah makna Surah Al-Hujurat ayat 12 dan menegaskan pentingnya menjaga lisan serta hati dari prasangka buruk.
“Ramadhan adalah momentum untuk membersihkan diri. Jauhilah prasangka karena sebagian prasangka itu dosa. Mari kita bangun Simalungun dengan rasa saling percaya dan persaudaraan yang kokoh,” ujarnya.
Menanggapi aspirasi perbaikan jalan di sejumlah wilayah, Bupati menegaskan komitmennya untuk terus berupaya maksimal membangun infrastruktur di Kabupaten Simalungun.
“Memohon do’a dan dukungan masyarakat serta alim ulama agar kita tetap bersinergi dan bergandengan tangan demi terlaksananya pembangunan di Kabupaten Simalungun,” ucapnya.
Tausiah disampaikan Al-Ustadz Ikhwanuddin yang mengingatkan jamaah tentang hakikat waktu dan pentingnya memaknai Ramadan secara total.
“Jadikanlah setiap sujud dan puasa kita tahun ini seolah-olah ini adalah Ramadhan terakhir dalam hidup kita. Dengan begitu, kita akan beribadah dengan totalitas tanpa sisa,” ujarnya.
Ratusan jamaah bertahan hingga akhir kegiatan, menciptakan suasana penuh kekeluargaan antara pemimpin dan masyarakat dalam semangat Ramadan. (RS)












