SIMALUNGUN – Usai melaksanakan Salat Jumat perdana di Masjid Al Ikhlas yang masih dalam tahap pembangunan di Nagori Maligas Tongah, Kecamatan Tanah Jawa, Jumat (27/3/2026), Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih langsung meninjau pelayanan Kantor Pangulu setempat.
Di hadapan perangkat nagori dan masyarakat, Bupati menegaskan pelayanan publik harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh lamban.
“Pemerintah nagori adalah ujung tombak pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, pelayanan harus terus dioptimalkan, ditingkatkan kualitasnya, dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat agar setiap program pembangunan dapat berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan,” tegas Anton.
Peninjauan dilakukan setelah ratusan jamaah memadati Masjid Al Ikhlas meski bangunan belum rampung.
Kehadiran Bupati didampingi Camat Tanah Jawa Andri Supandri, Kapolsek Tanah Jawa Kompol Banuara Manurung, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tokoh agama Ahmad Sabban el-Rahmaniy Rajagukguk dan Ketua BKPRMI Simalungun Wardiono.
Setelah ibadah, Pangulu Maligas Tongah Berlian Sinaga memaparkan kondisi kantor nagori yang menjadi pusat layanan administrasi warga.
Ia menjelaskan pembangunan kantor dilakukan bertahap, disesuaikan dengan kemampuan anggaran nagori.
“Pelayanan yang berjalan meliputi administrasi kependudukan, surat-menyurat, pelayanan sosial, hingga program pemberdayaan masyarakat,” jelas Pangulu Tongah Maligas.
Baca Juga: Tim Safari Ramadhan Simalungun Turun ke Rambung Merah, Bupati Minta Perkuat Ukhuwah
Namun, Bupati menekankan, keberadaan gedung saja tidak cukup jika kualitas layanan belum maksimal.
Ia meminta seluruh aparatur nagori mempercepat pelayanan, meningkatkan transparansi, serta responsif terhadap kebutuhan warga.
“Kantor pangulu memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pemerintahan karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Pelayanan yang cepat dan akuntabel akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah,” ungkap Bupati.
Dalam dialog terbuka, warga juga menyampaikan sejumlah aspirasi, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga penguatan kegiatan keagamaan dan kepemudaan.
“Seluruh masukan akan menjadi bahan evaluasi dan ditindak lanjuti,” jelasnya.
Kunjungan tersebut menegaskan fokus Pemkab Simalungun tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga pembenahan tata kelola pelayanan publik hingga ke tingkat nagori. (RS)







