MEDAN – Ancaman narkoba bukan lagi sekadar kejahatan jalanan, melainkan darurat sosial yang mengintai generasi bangsa hingga ke pelosok desa. Menyadari hal itu, Polrestabes Medan tidak ingin berjuang sendirian.
Melalui sebuah gerakan moral yang menyentuh akar rumput, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, SIK, MH, memimpin langsung Kumpul Bersama Masyarakat dan Deklarasi Tolak Narkoba di Jalan Gitar, Dusun III-A Selambo, Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Rabu (4/11/2026).
Berbeda dari sekadar sosialisasi biasa, kegiatan ini menjadi momentum historis di mana seluruh elemen—mulai dari perwakilan Ketua DPRD Deli Serdang, Gendro Judo Buwono, Asisten II Pemkab Deli Serdang, Drs. Hendra Wijaya, jajaran TNI dari Kodim 0201/Medan, para camat, kepala desa, hingga ratusan warga—berdiri sejajar mendeklarasikan perang terhadap narkoba.
Dalam arahannya yang membakar semangat warga, Kombes Jean Calvijn menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada polisi. Dibutuhkan mata dan telinga masyarakat untuk mempersempit ruang gerak bandar dan pengedar.
“Lebih baik kita mencegah sebelum terjadi daripada menyesal setelah semuanya terlambat. Jangan sampai kita baru peduli setelah anak-anak kita menjadi korban,” tegas Kapolrestabes, yang langsung disambut anggukan dan tepuk tangan warga.
Ia menekankan bahwa penandatanganan pakta integritas malam itu bukanlah akhir dari kegiatan, melainkan awal dari sebuah janji moral. Warga diajak untuk berani melapor, aktif mengawasi lingkungan, dan mengedukasi generasi muda tentang bahaya mematikan narkoba.
Asisten II Pemkab Deli Serdang, Drs. Hendra Wijaya, menyampaikan apresiasi dan komitmennya. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor, khususnya di tujuh kecamatan wilayah hukum Polrestabes Medan yang berada di Kabupaten Deli Serdang.
Dukungan juga datang dari jajaran Kodim 0201/Medan yang siap bersinergi mengawal program ini hingga ke tingkat desa.
Melalui kegiatan ini, Polrestabes Medan membuktikan bahwa pendekatan preemtif dan preventif jauh lebih efektif ketika dilakukan bersama-sama.
Sinergi yang kuat antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan benteng pertahanan yang kokoh terhadap peredaran gelap narkoba di Sumatera Utara.
Polisi Bersama Masyarakat Bergerak Bersama, Berani Menolak Narkoba, Selamatkan Generasi Bangsa. (FD)






