Safari Ramadan Pemko Medan: Bukan Sekadar Seremoni, tapi Bukti Nyata Pemerintah Hadir di Tengah Rakyat

Metro6 Dilihat

MEDAN – Bulan suci Ramadan selalu membawa berkah tersendiri bagi umat Muslim di seluruh dunia. Namun di Kota Medan, Ramadan tahun ini terasa istimewa.

Bukan hanya karena umat menjalankan ibadah puasa, tapi karena hadirnya pemerintah yang benar-benar merasakan denyut nadi kehidupan warganya.

Ya, Safari Ramadan Pemerintah Kota (Pemko) Medan membuktikan bahwa kepemimpinan bukan soal jabatan, melainkan kehadiran.

Jangan bayangkan Safari Ramadan sekadar acara seremoni tahunan yang klise. Di tangan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, momen ini disulap menjadi medium mendengar, memahami, dan merasakan langsung apa yang dialami masyarakat.

“Pemerintah Harus Turun, Bukan Duduk Manis di Kantor”

Hal itu ditegaskan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Setda Kota Medan, Adlan saat mewakili Wali Kota dalam Safari Ramadan di Masjid Al Ikhwan, Jalan Young Panah Hijau, Medan Marelan, kemarin. Dengan penuh semangat, Adlan menyampaikan pesan Wali Kota yang menyentuh hati.

Baca Juga : Safari Ramadan Perdana: Rico Waas Tegaskan Pembangunan Medan Harus Bereskan Dulu Diri Sendiri, Bukan Perkaya Diri!

“Pemerintah hadir tidak hanya dalam bentuk kebijakan, tetapi juga dalam sikap mendengar, memahami, dan merasakan denyut kehidupan warganya,” tegas Adlan.

BACA  Rico Koordinasi ke BKN Isi 10 Jabatan Kosong di OPD Pemko Medan

Pernyataan ini sontak mendapat sambutan hangat dari jamaah. Pasalnya, di era kepemimpinan Rico Waas, pendekatan “blusukan” dan turun langsung ke lapangan memang menjadi ciri khas.

Beliau percaya, pembangunan sebuah kota tidak cukup hanya dengan data di atas kertas, tapi juga interaksi langsung dengan rakyat.

Filosofi Ramadan: Antara Hak, Kewajiban, dan Keadilan Sosial

Dalam sambutan tertulis Wali Kota yang dibacakan Adlan, ditekankan bahwa kekuatan sebuah kota tidak diukur dari gedung pencakar langit atau angka-angka statistik semata.

Kekuatan sejati justru terletak pada kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk memajukan Medan.

Apalagi, bulan Ramadan mengajarkan keseimbangan hidup. Antara hak dan kewajiban, kepentingan pribadi dan kepentingan bersama, serta kemajuan ekonomi dan keadilan sosial.

“Nilai-nilai inilah yang senantiasa kami hadirkan dalam setiap penyelenggaraan pemerintahan demi memajukan Kota Medan,” ujar Adlan.

Artinya, apa yang dilakukan Pemko Medan selama Ramadan ini bukan sekadar bagi-bagi bantuan, tapi mencerminkan filosofi kepemimpinan yang adil dan merakyat.

Jabatan Adalah Amanah, Bukan Harta

Pesan moral paling kuat datang dari pengingat Wali Kota kepada jajarannya. Di tengah hiruk-pikuk politik dan kekuasaan, Rico Waas mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk meneladani makna amanah.

BACA  Pemkab Simalungun Berbuka Puasa di Bosar Maligas, Bupati Serap Aspirasi Warga

“Menjalankan roda pemerintahan adalah amanah yang harus dijalankan dengan kejujuran dan tanggung jawab. Artinya setiap tindakan kepemimpinan akan dipertanggungjawabkan tidak hanya kepada manusia, namun juga di hadapan Allah SWT,” pungkas Adlan mengutip pesan Wali Kota.

Pernyataan ini menjadi tamparan keras sekaligus penyemangat bagi birokrasi untuk bekerja bersih, transparan, dan mengutamakan kepentingan publik.

Bantuan Nyata untuk Warga Marelan

Safari Ramadan di Masjid Al Ikhwan tidak hanya berisi ceramah dan doa. Pemko Medan benar-benar menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Berikut daftar bantuan yang diserahkan:

· Rp 50 juta untuk renovasi Masjid Al Ikhwan.
· Bantuan sosial Rp 10 juta plus paket Ramadan untuk warga kurang mampu.
· Penyerahan akte pendirian Koperasi Masjid dan satu unit gerobak usaha untuk menunjang ekonomi warga.
· 100 polybag bibit cabai sebagai upaya ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.
· Satu set meja tenis serta rak buku dan koleksi buku untuk edukasi dan olahraga warga.
· Santunan untuk anak yatim piatu yang membuat suasana semakin haru.

Layanan Publik Hadir di Tengah Jamaah

Uniknya, Pemko Medan juga membuka pelayanan publik bergerak. Warga tak perlu jauh-jauh ke kantor kecamatan atau Dukcapil. Di lokasi Safari Ramadan, tersedia:

BACA  Rico Pimpin Upacara HAB ke-80,Tekankan Peran Kemenag Jaga Kerukunan

· Pemeriksaan kesehatan gratis bagi lansia dan masyarakat umum.
· Pelayanan administrasi kependudukan (cetak KK, KTP, akte kelahiran).
· Pengurusan surat izin usaha secara cepat dan mudah.

Inovasi ini disambut antusias warga. “Alhamdulillah, saya bisa perpanjang KTP sambil ikut pengajian. Efisien sekali,” ujar salah seorang jamaah.

Tausiah dan Buka Puasa Bersama

Acara semakin syahdu dengan tausiah inspiratif dari Al-Ustadz Winda Kustiawan yang mengingatkan jamaah tentang keutamaan berbagi di bulan suci. Setelah itu, seluruh jamaah, pejabat Pemko Medan, dan warga sekitar melaksanakan salat Magrib berjamaah dilanjutkan buka puasa bersama.

Suasana hangat dan penuh kebersamaan ini menjadi bukti bahwa jarak antara pemerintah dan rakyat bisa dipersempit. Bahwa pemimpin bukan sosok jauh di balik meja marmer, melainkan hadir di tengah, merasakan apa yang dirasakan warganya.

Safari Ramadan Pemko Medan di Masjid Al Ikhwan bukan hanya agenda tahunan. Ini adalah simbol bahwa Pemerintah Kota Medan di bawah kepemimpinan Rico Waas hadir sebagai pengayom, pendengar, dan pelayan masyarakat.

Dengan pendekatan humanis dan bantuan yang tepat sasaran, Medan bergerak menuju kota yang lebih maju, adil dan berkah. (Rel)