Cegah Kecelakaan saat Mudik, Kemnaker Periksa Kesehatan Pengemusi Bus di 6 Kota

Nasional7 Dilihat

JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengambil langkah strategis untuk menjamin keselamatan pemudik pada Lebaran 2026 dengan menerjunkan Tim Penguji Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Langkah ini bertujuan untuk memeriksa kondisi kesehatan fisik dan tingkat kelelahan para pengemudi bus dan travel di enam titik strategis pemantauan mudik.

Lokasi pemeriksaan meliputi terminal, pool bus, pool travel, serta perusahaan penyelenggara mudik bersama yang tersebar di Jakarta, Bekasi, Bandung, Surabaya, Medan, dan Samarinda.

Faktor Manusia Jadi Perhatian Utama

Keselamatan pemudik tidak hanya ditentukan oleh kondisi kendaraan atau kelancaran arus lalu lintas. Faktor kesiapan fisik dan kewaspadaan pengemudi memegang peranan krusial dalam mencegah kecelakaan, terutama pada perjalanan jarak jauh dengan durasi panjang.

BACA  KAMMI Tolak Evaluasi Pencabutan Izin 28 Perusahaan di Sumatra, Pemerintah Diminta Konsisten

Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Dirjen Binwasnaker & K3), Ismail Pakaya, menegaskan bahwa pemeriksaan ini menjadi langkah vital untuk memastikan pengemudi dalam kondisi prima saat bertugas.

“Penilaian ini bertujuan untuk memastikan pengemudi dalam kondisi prima. Hal ini penting karena faktor pengemudi atau human error akibat kelelahan perjalanan jarak jauh dengan durasi kerja panjang menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas,” ujar Ismail Pakaya dalam Siaran Pers Biro Humas Kemnaker, Jumat (13/3/2026).

Pemeriksaan Menyeluruh dan Edukasi K3

Tim Penguji K3 melakukan penilaian komprehensif terhadap para pengemudi. Proses pemeriksaan meliputi:

  • Identifikasi pola kerja dan waktu istirahat
  • Pemeriksaan kesehatan fisik dasar
  • Evaluasi faktor-faktor pemicu kelelahan selama perjalanan
BACA  Buntut Dugaan Keracunan 385 Siswa di Mojokerto, FKMPP Desak Prabowo Evaluasi Kepala BGN

Pemeriksaan ini diharapkan menjadi langkah pencegahan dini untuk menekan risiko kecelakaan di jalan raya.

Tidak hanya melakukan pemeriksaan fisik, Kemnaker juga memberikan edukasi intensif kepada pengemudi dan operator transportasi. Materi edukasi menekankan pentingnya manajemen kelelahan kerja, mengingat tubuh manusia memiliki batas kemampuan fisiologis dalam mempertahankan kewaspadaan—terutama saat berkendara dalam waktu lama dan menghadapi kepadatan arus mudik.

Sinergi Antarinstansi untuk Mudik Aman

“Kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan promotif dan preventif dalam penerapan K3 di sektor transportasi darat, dengan menekankan pentingnya pengendalian faktor manusia dalam sistem keselamatan transportasi,” kata Ismail.

BACA  Pertemuan Prabowo dan Abraham Samad: Fokus Dengar Masukan, Tidak Bahas UU KPK

Menurutnya, upaya ini bukan sekadar pemeriksaan teknis, melainkan bagian dari ikhtiar bersama melindungi masyarakat. Pengemudi yang sehat dan tidak kelelahan akan sangat menentukan keselamatan penumpang hingga tiba di tujuan.

Ismail menambahkan, langkah proaktif ini merupakan hasil kolaborasi intensif antara Kemnaker, Kementerian Perhubungan, dan pemerintah daerah. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran para pengemudi dan operator transportasi mengenai pentingnya pengelolaan kelelahan kerja.

“Dengan sinergi ini, kami optimis dapat mewujudkan perjalanan mudik yang aman, selamat, dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” pungkas Ismail. (Red)

Mudik Aman, Keselamatan Berkendara Mudik Lebaran 2026, Kemnaker

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *