MEDAN – Langkah nyata Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, yang terus menggenjot penyelesaian renovasi Stadion Teladan, mendapat sambutan hangat dari para pegiat olahraga.
Mereka menilai aksi cepat sang wali kota bukan sekadar janji politik, tapi wujud nyata kepedulian terhadap masa depan olahraga di Kota Medan.
Salah satu yang angkat bicara adalah Benny Hidayat Pane, pegiat olahraga sekaligus mantan pengurus KONI Medan. Di sela kesibukannya, Selasa (2/4/2026), Benny menyebut langkah gercep Rico Waas sangat strategis.
“Dengan mengejar percepatan renovasi Stadion Teladan, Pak Wali Kota membuktikan bahwa pembinaan olahraga di Medan adalah prioritas. Ini bukan sekadar proyek fisik, ini investasi jangka panjang untuk atlet dan masyarakat,” ujarnya penuh semangat.
Menurut Benny, Stadion Teladan bukanlah bangunan biasa. Didirikan sejak 1953, stadion ini telah menjadi saksi bisu kejayaan olahraga Sumatera Utara sekaligus ikon kebanggaan warga Medan di kancah nasional.
Namun, ketidakberfungsian dalam beberapa tahun terakhir membuat denyut olahraga prestasi dan rekreasi di pusat kota ikut meredup. “Makanya, ketika Pak Wali Kota serius mengejar target penyelesaian, kami merasa harapan itu hidup lagi,” imbuhnya.
Dengan kapasitas 15–25 ribu penonton (setelah renovasi), Stadion Teladan dirancang kembali sebagai venue multifungsi. Selain memenuhi standar internasional untuk pertandingan sepak bola, stadion ini juga akan menjadi tuan rumah Piala AFF U-19 tahun 2026. Sebuah kebanggaan tersendiri karena Medan dipercaya menggelar laga-laga bergengsi tingkat Asia Tenggara.
Namun yang tak kalah penting, lanjut Benny, stadion ini akan kembali menjadi home base PSMS Medan.
Saat ini PSMS berlaga di Pegadaian Championship 2025–2026, dan kehadiran Stadion Teladan sebagai kandang diyakini bisa membangkitkan mental bertanding para pemain.
“Siapa yang tak kenal Stadion Teladan bagi Ayam Kinantan? Bermain di stadion kebanggaan sendiri, kami yakin PSMS akan melesat kembali ke Liga 1. Atmosfer suporter Medan yang luar biasa akan jadi pemompa semangat,” tegas Benny yang juga Sekretaris KORMI Medan.
Tak berhenti di situ, perhatian Rico Waas juga merambah olahraga masyarakat. Benny mengapresiasi keberhasilan program Car Free Day setiap akhir pekan yang selalu dibanjiri ribuan warga.
“Buktinya, warga Medan haus ruang publik untuk berolahraga. Dengan nantinya Stadion Teladan beroperasi lagi, masyarakat punya opsi tambahan: jogging, senam, atau sekadar rekreasi di lingkungan stadion yang representatif.”
Benny menambahkan, kolaborasi antara revitalisasi stadion dan kegiatan CFD menunjukkan bahwa Wali Kota Medan tidak hanya fokus pada olahraga prestasi, tetapi juga gaya hidup sehat warga biasa.
“Ini poin plus. Stadion tidak hanya untuk pertandingan, tapi juga untuk semua lapisan masyarakat.”
Di akhir pernyataannya, Benny kembali menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. “Kami dari pegiat olahraga sangat mendukung langkah Pak Rico. Jangan sampai kendala teknis menghambat. Semoga Stadion Teladan segera selesai, dan Medan kembali bersinar sebagai kota olahraga nasional.”
Dengan progres yang terus dipercepat, warga Medan kini optimistis. Stadion bersejarah itu tak hanya akan berdiri megah, tapi juga menggerakkan ekonomi lokal, pariwisata, serta kebanggaan kolektif.
Satu hal yang pasti bola sudah di kaki Wali Kota, dan masyarakat tinggal menunggu tendangan indah menuju garis finis renovasi. (Rel)












