GEMA PENA: Jangan Hakimi Akbar Himawan Buchari Sebelum Ada Putusan Hukum

Hukum, Sumut12 Dilihat

MEDAN – Gerakan Masyarakat Pemuda Nusantara (GEMA PENA) mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru memberikan penilaian terhadap Akbar Himawan Bukhari atas isu yang berkembang di tengah ruang publik.

Ketua GEMA PENA, Julius Fadli, menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk mendapatkan perlakuan yang adil sesuai dengan prinsip hukum yang berlaku di Indonesia.

Julius Fadli menyampaikan bahwa munculnya berbagai opini di tengah masyarakat tidak seharusnya menjadi dasar untuk menghakimi seseorang. Menurutnya, dalam negara yang menjunjung supremasi hukum, seluruh persoalan harus diserahkan kepada proses hukum yang berjalan, bukan diputuskan melalui persepsi sepihak.

“Semua pihak harus menahan diri dan menghormati mekanisme hukum. Jangan sampai seseorang dihakimi lebih dulu sebelum ada keputusan yang sah dari lembaga peradilan,” ujar Julius Fadli dalam keterangannya kepada wartawan.

BACA  KPK OTT Pejabat Ditjen Bea Cukai, Uang Miliaran dan Emas 3 Kg Disita

GEMA PENA menilai bahwa asas praduga tak bersalah harus tetap dijunjung tinggi oleh seluruh elemen masyarakat. Prinsip tersebut merupakan bagian penting dalam sistem hukum yang memastikan setiap individu tetap dianggap tidak bersalah sampai ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Dalam pandangan GEMA PENA, Himawan Bukhari selama ini dikenal sebagai figur yang aktif dalam kegiatan usaha dan sosial kemasyarakatan. Kontribusinya terhadap pemberdayaan pemuda serta keterlibatannya dalam berbagai kegiatan pembangunan dinilai menjadi bagian dari rekam jejak yang perlu dilihat secara utuh.

BACA  Sempat Tutup, Gudang Pengoplosan Gas Subsidi di Percut Sei Tuan Kembali Beroperasi

Julius Fadli menegaskan bahwa masyarakat harus lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama di era digital saat ini ketika berbagai narasi dapat berkembang dengan cepat tanpa melalui proses verifikasi yang jelas. Menurutnya, penyebaran opini yang tidak berimbang justru dapat merusak nama baik seseorang sebelum fakta sebenarnya terungkap.

“Kita ingin masyarakat melihat persoalan ini secara jernih. Jangan membentuk kesimpulan hanya dari potongan informasi yang belum tentu lengkap,” katanya.

GEMA PENA juga mengingatkan pentingnya menjaga suasana yang kondusif di tengah masyarakat agar tidak terjadi perpecahan akibat informasi yang belum pasti. Organisasi tersebut menilai bahwa ketenangan dan kedewasaan dalam menyikapi persoalan hukum menjadi hal yang penting demi menjaga stabilitas sosial.

BACA  Bobby Nasution Saksikan Langsung Sprint Rally Sumut 2026, Dorong Regenerasi dan Ekosistem Balap Berkelanjutan

Sebagai organisasi kepemudaan yang menjunjung nilai keadilan, GEMA PENA menyatakan komitmennya untuk mengawal agar seluruh proses berjalan secara objektif, transparan, dan sesuai dengan aturan hukum. Julius Fadli menegaskan bahwa tidak boleh ada tekanan opini yang dapat memengaruhi jalannya proses hukum.

Di akhir pernyataannya, GEMA PENA mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menghormati hukum dan memberikan ruang bagi kebenaran untuk terungkap melalui proses yang sah. Menurut Julius Fadli, menjaga keadilan bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga tanggung jawab bersama sebagai bangsa yang beradab. (Red)