JAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al-Washliyah (PP-GPA), Aminullah Siagian, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya Bareskrim Polri, atas keberhasilan mengungkap ratusan kasus penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji bersubsidi di seluruh Indonesia.
Dalam keterangannya, Aminullah menyebut pengungkapan 755 kasus penyelewengan BBM dan LPG subsidi sepanjang 2025 hingga April 2026 merupakan capaian luar biasa dalam penegakan hukum di sektor energi.
Ia menilai langkah tersebut tidak hanya menyelamatkan potensi kerugian negara hingga Rp1,26 triliun, tetapi juga melindungi hak masyarakat kecil yang bergantung pada subsidi pemerintah.
“Keberhasilan ini adalah bukti nyata komitmen Polri dalam menjaga keuangan negara serta memastikan program subsidi tepat sasaran,” ujar Aminullah, Kamis (9/4/2026).
Ia juga memberikan apresiasi kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Kabareskrim Syahardiantono, serta Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri yang dinilai bekerja maksimal dalam membongkar praktik ilegal tersebut. Dari total kasus yang diungkap, sebanyak 672 tersangka berhasil diamankan dari berbagai wilayah di Indonesia.
Menurut Aminullah, penyelewengan BBM dan elpiji bersubsidi merupakan kejahatan serius yang berdampak luas, tidak hanya merugikan negara secara finansial, tetapi juga mengganggu stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Ini adalah masalah besar. Penyelewengan subsidi energi berdampak langsung terhadap masyarakat kecil. Karena itu, langkah tegas Polri patut diapresiasi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Aminullah mendorong Polri untuk terus memperkuat peran sebagai “polisi rakyat” yang presisi, dengan mengedepankan pendekatan pencegahan dan deteksi dini terhadap berbagai potensi kejahatan, serta tetap terbuka terhadap kritik konstruktif dari masyarakat.
Selain itu, ia juga mengapresiasi keberhasilan Polri dalam pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026 yang berjalan tertib dan lancar. Tingkat kepuasan publik yang mencapai 85,3 persen disebut sebagai indikator keberhasilan koordinasi lintas sektoral yang dilakukan aparat.
Tak hanya itu, Polri juga dinilai menunjukkan komitmen kuat dalam pemberantasan narkotika dengan mengungkap dan memusnahkan 712 kilogram barang bukti narkoba. Bahkan, kontribusi Polri di luar tugas utama juga mendapat sorotan positif, seperti pembangunan 27 jembatan di Riau yang dinilai sebagai bentuk pelayanan nyata kepada masyarakat.
“Polri telah menunjukkan keseriusan dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta hadir langsung membantu masyarakat. Ini patut terus dipertahankan dan ditingkatkan,” pungkas Aminullah. (red)
Sumber : Polri UngkapPolri Ungkap 755 Kasus BBM dan Elpiji Subsidi




