Anggota DPRD Medan Apresiasi Terobosan Investasi Rp14,5 Triliun di Era Rico–Zaki: “Ini Efek Domino untuk Rakyat”

Metro26 Dilihat

MEDAN – Di tengah dinamika roda pemerintahan yang baru berjalan satu tahun, kepemimpinan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap menuai angin segar dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan.

Sorotan positif itu datang dari Anggota DPRD Kota Medan, Ahmad Afandi Harahap, yang secara khusus mengapresiasi kinerja luar biasa dalam sektor investasi dan perluasan lapangan kerja.

Bukan tanpa alasan, Afandi begitu ia akrab disapa menyoroti lonjakan fantastis realisasi investasi di Kota Medan yang mencapai angka Rp14,5 triliun.

Capaian ini tidak hanya sekadar memenuhi target, tetapi sukses melampaui ekspektasi yang dipatok di angka Rp7,6 triliun. “Ini sinyal positif yang sangat kuat,” tegas Afandi dalam keterangannya, kemarin.

Menurut politisi tersebut, keberhasilan ini bukanlah kebetulan. Afandi menilai, gebrakan Pemerintah Kota (Pemko) Medan dalam membuka diri terhadap investor dengan memangkas birokrasi yang berbelit menjadi magnet utama.

“Masuknya investor bukan sekadar angka di atas kertas. Ini menunjukkan adanya kepercayaan dunia usaha terhadap stabilitas kebijakan, kepastian layanan perizinan, dan keseriusan pemerintah kota dalam menciptakan iklim usaha yang ramah investasi,” ujarnya dengan penuh optimisme.

Baca Juga : Setahun Kepemimpinan Rico-Zaki: Mewujudkan “Medan Untuk Semua” dengan Solusi Nyata dan Sinergitas Kuat

Namun, yang paling membanggakan bagi Afandi adalah dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat terbukanya puluhan ribu lapangan pekerjaan baru. Ia menyebutnya sebagai efek domino yang selama ini dinanti-nantikan.

“Ketika investasi tumbuh, lapangan kerja ikut terbuka. Ini efek domino yang paling dirasakan masyarakat. Artinya, kebijakan pro-investasi Pemko Medan sudah berada di jalur yang benar. Ini bukan hanya tentang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tapi tentang perut kenyang dan keluarga sejahtera,” tambahnya.

READ  Bripda MS Resmi Tersangka! Penganiaya Siswa MTs Tual Berujung Maut, Terancam Dipecat dan 7 Tahun Penjara

Meski memberikan apresiasi setinggi-tingginya, Afandi tidak ingin pemerintahan Rico–Zaki cepat berpuas diri. Ia mendorong agar fokus pembangunan tidak hanya berhenti pada kuantitas investasi semata. Lebih dari itu, kualitas investasi harus menjadi perhatian utama.

Ia menginginkan agar investasi yang masuk memiliki dampak jangka panjang, ramah lingkungan, serta secara aktif memberi ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk masuk dalam rantai pasok industri raksasa tersebut.

“Jangan sampai investor besar datang, tapi UMKM kita hanya jadi penonton di rumah sendiri. Pemerintah harus menjadi jembatan emas antara investor dan pelaku usaha lokal,” pesannya.

Terakhir, legislator ini menyentuh aspek paling krusial: kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal. Afandi mengingatkan bahwa lapangan kerja yang melimpah akan sia-sia jika tidak diisi oleh tenaga kerja kompeten asli Medan.

Ia mendesak Pemko Medan untuk segera memperkuat program pelatihan vokasi dan menciptakan link and match yang nyata antara lulusan sekolah dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

“Ke depan, saya berharap Pemko Medan memperkuat pelatihan vokasi dan link and match dengan dunia usaha. Dengan begitu, anak-anak Medan tidak hanya jadi penonton, tapi menjadi pelaku utama dalam pertumbuhan ekonomi kota. Mereka harus menjadi tuan di negeri sendiri,” pungkasnya.

Capaian ini diharapkan menjadi pondasi kokoh menuju Medan yang lebih maju, berdaya saing, dan sejahtera di bawah komando kepemimpinan Rico–Zaki. (FD)