Bukan Main! Kakek Penjual Mainan di Medan Ternyata Predator Bejat, 29 Siswi SD Jadi Korban Cabul

Metro29 Dilihat

MEDAN – Masyarakat Sumatera Utara khususnya wilayah Medan dan Deliserdang dikejutkan dengan terungkapnya kasus pencabulan yang melibatkan puluhan siswi sekolah dasar.

Seorang kakek berinisial L (65) yang sehari-hari berprofesi sebagai penjual mainan keliling harus berurusan dengan aparat penegak hukum setelah aksi bejatnya terhadap 29 anak di bawah umur terbongkar.

Modus Operandi: Umpan Rp2.000 dan Jajanan Favorit

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Medan berhasil mengamankan pelaku di kediamannya yang berada di kawasan Desa Sampali, Kabupaten Deliserdang.

Dari hasil penyelidikan aparat kepolisian, terungkap bahwa pelaku menggunakan modus operandi yang sangat licik namun efektif untuk memikat korbannya.

“Ia mengiming-imingi para siswi dengan uang sebesar Rp2.000 hingga Rp5.000 ditambah dengan jajanan kesukaan anak-anak,” ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto dalam konferensi pers yang digelar Jumat (20/2/2025) di Mapolrestabes Medan.

Didampingi Kanit PPA, Iptu Dearma Agustina Sinaga dan Kasi Humas, AKP N Gultom, Kasat Reskrim menjelaskan bahwa iming-iming tersebut ternyata cukup ampuh membuat para korban mendekat dan akhirnya menjadi mangsa kebiadaban sang kakek.

Pengungkapan Kasus: Bermula Dari Laporan Satu Siswi

Yang membuat publik semakin geram, aksi bejat kakek penjual mainan ini ternyata sudah berlangsung selama kurang lebih satu tahun terakhir.

Baca Juga : Pengasuh Pondok Tahfidz di Sei Mencirim Diduga Cabuli Santriwati, Pondok Dirubuhkan Warga yang Geram

Kasus ini akhirnya terungkap setelah salah seorang siswi memberanikan diri melapor kepada wali kelasnya bahwa dirinya telah menjadi korban pencabulan.

“Kami langsung melakukan interogasi terhadap korban pertama, dan ternyata ditemukan fakta yang lebih mengejutkan. Bukan hanya satu anak, tetapi total ada 29 anak yang menjadi korban pencabulan,” terang AKBP Bayu dengan nada geram.

READ  Diserbu Warga Parapat, Pangan Murah Simalungun Ludes di Hari Kedua Ramadan

Aksi Bejat: Dari Meraba Hingga Mengkoleksi Foto

Kapolrestabes Medan melalui Kasat Reskrim membeberkan aksi-aksi tak senonoh yang dilakukan pelaku. Para korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar ini rata-rata dicium, diraba bagian sensitifnya, bahkan diremas-remas oleh pelaku.

Yang lebih mengerikan lagi, pelaku ternyata diam-diam memfoto anak-anak tersebut dan menyimpannya sebagai koleksi pribadi di dalam ponselnya.

“Kami mengamankan barang bukti berupa ponsel yang berisi foto-foto para korban,” tambah Iptu Dearma.

Motif Mengerikan: Karena Jantung Terpasang Ring?

Dalam keterangannya kepada wartawan, polisi mengungkap motif yang melatarbelakangi aksi kakek tersebut. Pelaku nekat melakukan aksi cabul terhadap puluhan siswi karena mengaku sudah tidak mampu lagi melakukan hubungan intim dengan istrinya.

“Pelaku mengaku sudah dipasang ring di jantungnya, sehingga tidak bisa lagi berhubungan suami istri secara normal,” ujar AKBP Bayu.

Motif ini tentu saja menuai kecaman dari berbagai kalangan. Psikolog forensik menilai bahwa kondisi medis tidak bisa dijadikan pembenaran atas tindakan keji yang telah merenggut masa depan puluhan anak.

Pendampingan Korban dan Proses Hukum

Saat ini, para korban tengah mendapatkan pendampingan psikologis dari tim khusus untuk memulihkan trauma yang mereka alami.

Sementara itu, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolrestabes Medan dan terancam dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Pesan Kasat Reskrim: Awasi Anak-anak Kita

Menutup keterangannya, AKBP Bayu Putro Wijayanto mengimbau kepada seluruh orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka.

“Jangan mudah percaya dengan orang asing meskipun mereka terlihat ramah atau menawarkan sesuatu yang menggiurkan. Edukasi anak-anak kita tentang mana sentuhan yang boleh dan tidak boleh,” pungkasnya. (FD)