MEDAN – Dibalik gemerlap bulan suci Ramadhan yang penuh berkah, Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menggelar acara buka puasa bersama (Bukber) yang tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi biasa.
Momentum ini berubah menjadi panggung motivasi dan refleksi mendalam tentang makna kehidupan dan pengabdian, dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, SIK, MH.
Bertempat di halaman depan gedung Satres Narkoba Polrestabes Medan, Senin (2/3/2026), acara ini terasa istimewa.
Selain diisi dengan santunan kepada 25 anak yatim piatu dari Rumah Yatim Seksama Medan, kegiatan ini juga menjadi momen haru melepas dua personel andalan, Iptu Ondo Simanjuntak dan Iptu M. Syahputra Harahap, yang akan bertugas di tempat baru.
Namun, yang menjadi pusat perhatian adalah orasi inspiratif dari Kombes Pol Jean Calvijn. Di hadapan jajaran Satres Narkoba yang terdiri dari para kanit dan personel, orang nomor satu di Polrestabes Medan itu melontarkan filosofi kehidupan yang menggugah.
“Hidup hanya sekali, mati pun cuma sekali. Sekali hidup, harus berarti!” tegas Kombes Pol Jean Calvijn dengan nada penuh semangat. Pernyataan ini bukan sekadar retorika, melainkan fondasi etos kerja yang ia tanamkan dalam upaya memberantas narkoba di Kota Medan.
Baca Juga : Wali Kota Medan Tabuh Bedug, Buka Ramadhan Fair XX dengan Haddad Alwi
Menurutnya, keberhasilan Satres Narkoba dalam mengungkap kasus-kasus besar tidak terletak pada kecanggihan teknologi semata, melainkan pada dua kata kunci fundamental: kesatuan hati dan komunikasi.
“Penanganan narkoba itu unik, berbeda dengan satuan lain. Butuh kekompakan tingkat tinggi. Keberhasilan demi keberhasilan yang kita raih adalah buah dari kesatuan hati. Jalin komunikasi yang baik, karena warga Kota Medan menunggu hasil kerja kita,” pesan Kapolrestabes yang akrab disapa Calvijn ini.
Acara yang digelar sederhana dan spontan ini justru mendapat apresiasi tinggi. Kasat Narkoba Polrestabes Medan, Kompol M. Yusuf Rafli Nugraha, mengungkapkan bahwa ide bukber ini adalah inisiasi langsung dari Kapolrestabes.
“Kita sering lihat di TikTok orang tanya ‘kapan bukber, kapan bukber’, akhirnya lewat begitu saja. Tapi ini, walau terkesan dadakan, ternyata bisa kita laksanakan dengan kebersamaan yang tulus,” ujar Kompol Rafli.
Yang membuat acara ini semakin berbobot adalah pemaparan data kinerja yang mencengangkan. Di tengah suasana kebersamaan, Kompol Rafli membeberkan fakta bahwa sepanjang tahun 2025, Satres Narkoba Polrestabes Medan berhasil mengungkap 159 kilogram sabu.
Lebih mengejutkan lagi, capaian fantastis justru terjadi dalam 100 hari terakhir, dengan pengungkapan mencapai 156 kilogram sabu.
“Ini bukti nyata, hasil kerja keras teman-teman semua. 156 kilo sabu dalam 100 hari! Ini real, ini nyata. Bayangkan berapa juta jiwa yang berhasil kita selamatkan dari bahaya narkoba,” tegas Kompol Rafli di hadapan anggotanya.
Kompol Rafli juga menekankan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari peran kepemimpinan yang hadir di tengah-tengah anggota. “Kehadiran Bapak Kapolrestabes di tengah kita memberikan motivasi dan semangat kerja tambahan yang tidak sadar kami rasakan. Kami ini hanya sopir, nahkoda tetap ada di pimpinan,” tambahnya.
Momen Ramadhan ini juga dimanfaatkan untuk berbagi dengan sesama. Pemberian santunan kepada 25 anak yatim menjadi simbol bahwa institusi kepolisian tidak hanya tegas dalam penegakan hukum, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. “Bukan untuk sombong, ini titipan rezeki dari Bapak Kapolrestabes agar adik-adik kita juga bisa merasakan kebahagiaan Lebaran,” jelas Kompol Rafli.
Acara yang dimulai dengan canda tanya “kapan bukber” ala media sosial ini akhirnya ditutup dengan khidmat melalui tausyiah dan doa bersama.
Dalam doa tersebut, seluruh personel memohon keberkahan dan keselamatan dalam menjalankan tugas berat memberantas narkoba di wilayah hukum Polrestabes Medan.
Dengan semangat “hidup sekali harus berarti” dan bukti nyata pengungkapan 156 kg sabu dalam 100 hari, Satres Narkoba Polrestabes Medan menunjukkan bahwa mereka adalah garda terdepan yang tidak kenal lelah dalam perang melawan narkoba, demi masa depan generasi Kota Medan yang lebih cerah. (FD)











