Bangun Huntap Korban Bencana, Bobby Nasution Sarankan Lahan Eks HGU PTPN Digratiskan

Sumut87 Dilihat

JAKARTA – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution terus bergerak cepat untuk pemulihan pasca bencana di Sumut. Gubernur termuda di Indonesia itu menyarankan agar pengembalian lahan eks HGU PTPN yang berada di wilayah bencana digratiskan alias dinolkan.

Hal itu disampaikan Gubernur saat Rapat Koordinasi Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana di Wilayah Sumatera, Kamis 15/1/2026 di Jakarta. Rapat itu dihadiri Menko Infrastruktur AHY, Mendagri Tito Karnavian serta Menko PMK Pratikno.

BACA  Wakil Wali Kota Binjai Hadiri HUT Karo ke-80, Pengamat Soroti Ketidakhadiran Wali Kota Medan

Bobby mencatat berbagai langkah strategis, arahan dan penguatan kolaborasi, serta prioritas pemulihan disampaikan langsung kepada Pemerintah Provinsi Sumut. Ditegaskannya, Pemrpovsu berkomitmen kuat untuk terus mempercepat pemulihan pada seluruh sektor.

“Kami menyarankan kepada kementerian agar Pengembalian lahan eks HGU PTPN yang berda di daerah terdampak agar di nol-kan (digratiskan). Lahan tersebut dijadikan huntara/huntap,” tegas Bobby kepada wartawan usai Rakor.

BACA  Gandeng BNPB, Bobby Geser Anggaran Rp430 M demi Infrastruktur dan Sekolah Gratis

Bobby juga menyinggung soal upaya penanganan sungai pasca bencana.

“Pendalaman Sungai sangat penting oleh karena itu kami memasukkannya dalam salah satu prioritas yang harus ditangani,” kata Alumni Magister IPB tersebut.

Di bagian lain, Bobby juga menyampaikan Pemprov Sumut dan DPRD Sumut pada saat bencana terjadi sudah mengesahkan anggaran.

Oleh karena itu untuk menanggapi bencana, sambung Bobby, sesuai arahan Mendagri Pemprovsu boleh melakukan pergeseran anggaran.

BACA  Polda Sumut Sukses Amankan Malam Pergantian Tahun 2026, Situasi Kondusif dan Penuh Empati

“Oleh karena itu kami telah melakukan pergeseran anggaran sebesar lebih dari Rp430 miliar untuk pemulihan pasca bencana,” terang Bobby.

Disinggung soal Dana Transfer ke Daerah, Gubernur meminta agar bisa direalisasikan bagi daerah yang terdampak bencana.(red)