Gaya Tegas Bobby Nasution di Penanganan Banjir Tapteng Dinilai Efektif Percepat Kinerja Aparatur

Sumut5 Dilihat

MEDAN – Sikap tegas Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, saat meninjau penanganan banjir di wilayah Tapanuli Tengah menuai perhatian publik. Ketegasan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk mempercepat kinerja birokrasi dalam situasi darurat.

Pengamat komunikasi publik, Fakhrur Rozi, menilai sikap tersebut wajar dalam konteks kebencanaan yang membutuhkan respons cepat dari seluruh aparatur pemerintah.

“Dalam situasi krisis, kepala daerah harus memiliki sense of urgency. Ketegasan menjadi sinyal kuat agar kinerja di lapangan dipercepat,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

BACA  Konsorsium Judi Togel 'Aseng Kayu' Dinilai Hantarkan Sumut ke Peringkat ke 6 Kasus Perjudian, Anggota DPR RI Maruli Siahaan: Polisi Harus Bertindak!

Dipicu Lambannya Penanganan di Lapangan

Ketegasan Bobby disebut dipicu oleh lambatnya pendataan warga terdampak banjir serta progres pembangunan tanggul di Kecamatan Tukka. Teguran langsung kepada aparatur di lapangan dinilai sebagai bentuk kontrol sekaligus dorongan percepatan kerja.

Menurut Rozi, secara psikologis, teguran yang disampaikan di hadapan pimpinan daerah seperti bupati dapat menjadi penegasan agar aparatur bekerja lebih optimal.

“Ini bentuk pengingat agar kinerja lebih maksimal, bukan untuk tujuan lain,” katanya.

Efektif Percepat Respons Birokrasi

Dari sisi dampak, langkah tegas tersebut dinilai mampu mempercepat respons birokrasi, memperkuat koordinasi lintas instansi, serta menunjukkan kepemimpinan yang responsif dalam kondisi darurat.

BACA  RKPD 2027 Dibahas, Bobby Nasution Minta Kepala Daerah Serius Awasi Indikator Pembangunan

Namun demikian, Rozi mengingatkan bahwa komunikasi yang terlalu emosional di ruang publik berpotensi menimbulkan persepsi negatif, terutama di era digital saat ini.

“Jika penyampaian terlalu emosional dan viral di media sosial, substansi pesan bisa tertutup oleh reaksi publik,” jelasnya.

Faktor Struktural Juga Berpengaruh

Ia juga menekankan bahwa lambannya penanganan bencana tidak selalu disebabkan oleh faktor individu, tetapi juga dipengaruhi persoalan struktural seperti koordinasi antarinstansi, keterbatasan sumber daya, serta panjangnya rantai birokrasi.

BACA  Polres Tapsel Gelar Upacara Kenaikan Pangkat, AKBP Yon Edi Winara: Tetaplah Menjadi Anggota Polri yang Professional

Dorong Percepatan Penanganan Bencana

Secara keseluruhan, ketegasan Bobby Nasution dinilai sebagai upaya untuk mendorong seluruh pemangku kepentingan agar lebih sigap dalam menangani bencana, sekaligus memperkuat koordinasi demi percepatan penanganan di wilayah terdampak.

Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah serius dalam memastikan penanganan bencana berjalan cepat, tepat, dan efektif demi keselamatan masyarakat. (Red)