Bobby Nasution Luncurkan Internet Gratis di 8 Kota Sumut, Sindir Wali Kota Medan Soal Kamera Gelap

Metro4 Dilihat

PADANGSIDEMPUAN – Suasana peluncuran program internet gratis di ruang publik untuk delapan kota di Sumatera Utara mendadak hangat.

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, melontarkan sindiran tajam namun jenaka kepada perwakilan Wali Kota Medan yang mengikuti acara secara daring, Minggu (1/3/2026) malam.

Peristiwa itu terjadi saat peresmian yang dipusatkan di halaman Masjid Agung Al Abror, Padang Sidempuan, ditandai dengan pemukulan gondang sembilan secara serentak.

Bobby yang tengah memberikan sambutan mendapati layar kamera milik Pemko Medan dalam kondisi gelap alias nonaktif.

“Wali Kota Medan ada. Sudah gelap layarnya. Padahal kita sedang meluncurkan internet gratis, tapi layarnya malah gelap. Nanti kalau rusak, Pemprov bersedia belikan kamera barunya,” ujar Bobby disambut tawa dan tepuk tangan para tamu undangan yang hadir.

Sindiran menohok tersebut menjadi pembuka yang mencairkan suasana, sekaligus menegaskan komitmen Bobby bahwa akses internet kini bukan sekadar kemewahan, melainkan kebutuhan dasar yang harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

BACA  Sidak Kehadiran ASN, Bupati Simalungun Tegur OPD dan Soroti Irigasi 250 Hektare

49 Titik Access Point untuk Literasi Digital

Program internet gratis tahap awal ini menyasar delapan kota dengan total 49 titik access point yang dipasang di area publik strategis.

Baca Juga : Sumut Tuntaskan Revolusi Digital di Sekolah! 100% SMA, SMK, dan SLB Kini Terhubung Listrik & Internet

Bobby menegaskan bahwa kehadiran internet di ruang publik bertujuan memastikan masyarakat terhubung dengan jaringan memadai, sehingga arus informasi berjalan lebih baik.

“Kita ingin masyarakat terhubung dengan jaringan internet, khususnya agar informasi yang didapat dan penyampaian informasi yang diterima bisa lebih optimal ke depan,” kata mantan Wali Kota Medan itu.

Menyadari tantangan teknis di lapangan, Bobby mengingatkan para penyedia layanan untuk menjaga kualitas. “Jangan hari ini launching meriah, besok sudah lemot atau mati. Saya minta betul-betul dijaga kecepatan internetnya,” tegasnya.

BACA  Bobby Nasution Pastikan Sekolah Rakyat Padangsidimpuan Rampung Juli 2026: Terobosan Pendidikan Gratis untuk Sumut!

Ia juga meminta pemerintah kota segera menyiapkan fasilitas pendukung seperti kursi, meja, dan peneduh agar masyarakat betah memanfaatkan internet untuk belajar, bekerja, atau kegiatan produktif lainnya.

Bonus Penataan Kota: Kabel Udara Turun ke Bawah Tanah

Tak hanya bicara internet, Bobby juga menyoroti estetika kota. Ia mendorong pemkot mulai menata kabel udara dan papan reklame yang semrawut.

Gagasan besarnya, kabel listrik dan jaringan secara bertahap diturunkan ke bawah tanah melalui skema kerja sama dengan pihak ketiga tanpa membebani APBD.

“Buat dulu kawasan percontohan. Provider bisa bayar sewa ducting untuk kabel yang ditanam. Begitu juga billboard, harus lebih modern dan futuristik agar wajah kota terlihat rapi dan menarik,” paparnya.

Target 33 Kabupaten/Kota Tersambung 2029

Kepala Dinas Kominfo Sumut, Erwin Harahap, merinci 49 titik access point tersebut tersebar di:
· Padangsidimpuan: Masjid Agung Al Abror (4 AP)
· Medan: Taman Kebun Bunga (6 AP) dan Taman Cadika (9 AP)
· Tebing Tinggi: Lapangan Merdeka Sri Mersing (4 AP)
· Binjai: Taman Merdeka (8 AP)
· Pematangsiantar: Lapangan H Adam Malik (4 AP)
· Sibolga: Lapangan Simare-mare (4 AP)
· Gunungsitoli: Alun-alun Kota (4 AP)
· Tanjungbalai: Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah (6 AP)

BACA  Pesan Tahun Baru Prabowo di Pengungsian Sumut: Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah Hadir untuk Korban Bencana

Program ini didukung tiga provider besar: Telkom, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), dan IMS. Pemprov Sumut menargetkan hingga 2029 seluruh 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara bakal terlayani internet gratis di ruang publik.

“Tahun 2026 ini, selain delapan kota, lima kabupaten terdampak bencana 2025 juga segera mendapat layanan serupa,” pungkas Erwin.

Dengan inisiatif ini, Sumatera Utara optimistis mampu mendongkrak literasi digital, mendukung pendidikan jarak jauh, serta menghidupkan kembali fungsi ruang publik sebagai pusat aktivitas produktif masyarakat. (Rel)